DUKUNG ATAMBUA SEBAGAI KOTA FESTIVAL DISPAR BELU GELAR PELATIHAN FESTIVAL DAN EVENT DESIGN MANAGEMENT

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Kamis (16/05), Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Belu terus melakukan terobosan guna memberikan pemahaman kepada para penyelenggara event dan Kelompok Sadar Wisata dengan menggelar Pelatihan Festival dan Event Design Management selama dua hari dari tanggal 16 – 17 Mei 2019. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Nusantara Dua-Atambua, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk, dalam ruangan dan teks

Kepala Dinas Pariwisata Kab. Belu melalui Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Maria Emiliana A. Lau, S.STP mengatakan, kegiatan pelatihan festival dan event design management ini sebagai wujud tindak lanjut dari tema yang diangkat Bupati Belu terhadap hashtag Atambua sebagai Kota Festival. Karena itu, sebagai salah satu dinas yang bertanggungjawab untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, Dinas Pariwisata Kabupaten Belu melakukan pelatihan yang melibatkan para penyelenggara event yang terdata di Dinas Pariwisata Kab. Belu dan kelompok sadar wisata di setiap Desa yang memiliki potensi Desa wisata, sehingga mereka mengetahui dan memahami konsep penyelenggaraan Festival dan Event.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya dalam rangka mempersiapkan SDM di Kabupaten Belu sehingga peserta paham dalam merencanakan konsep penyelenggaraan sebuah festival dan event di Kabupaten Belu,” tandas Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Maria Emiliana A. Lau, S.STP.

Masih menurutnya, untuk pengembangan suatu wisata bukan hanya menjual view namun ada juga atraksi – atraksi dan festival yang dibuat sehingga bisa mendongkrak wisatawan baik nusantara maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, teks dan dalam ruangan

Hal senada juga disampaikan salah satu praktisi festival dan event di Kabupaten Belu, Gregorius Suri, SE par, M.Tour yang juga sebagai narasumber yang membawakan materi tentang pengetahuan dasar Event dan Festival dalam kegiatan itu menjelaskan bahwa pelatihan ini dilakukan sebagai salah satu upaya mendukung program Bupati Belu untuk menjadikan Atambua sebagai kota Festival. Selain itu, sebagai salah satu upaya untuk memperkuat event – event yang ada di Kabupaten Belu sehingga event yang dilaksanakan memiliki unsur tematik yang membedakan pelaksanaan event di Kabupaten Belu dengan daerah lainnya.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Gregorius Suri, SE par, M.Tour juga mencontohkan salah satu kota festival terbaik di Indonesia adalah Banyuwangi, karena menampilkan berbagai festival yang memikat hati para pengujung dan dari 77 event yang ada 3 event diantaranya masuk dalam 100 Calendar of Event Wonderful Indonesia dan diharapkan kedepannya Kabupaten Belu juga bisa berhasil menjadi kota festival.

“Karena itu, Pemkab Belu mengharapkan kedepannya Kota Atambua juga mampu bersaing dengan daerah lainnya dan termasuk dalam kota festival terbaik,”tegas Goris Suri.

Selain praktisi festival dan event di Kabupaten Belu, Gregorius Suri, SE par, M.Tour tampil juga sebagai narasumber dalam kegiatan ini Romo. Patris Siktus Bere, Pr dengan materi tentang Kurasi Festival.
Foto/Berita: Norci Man & Bene Luan

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *