DINKES BERTEKAD TINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Selasa (14/05), Dinas Kesehatan Kabupaten Belu (DINKES) merupakan Dinas yang mempunyai fungsi membantu Bupati dalam melaksanakan urusan Pemerintah di bidang Kesehatan yang meliputi kesehatan masyarakat, pencegahan dan penggendalian penyakit, pelayanan dan sumber daya kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia M. B. Saik, M.Kes, mengatakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Belu dinas kesehatan menetapkan 5 program kerja utama yakni pertama menurunkan angka kemtian ibu dan anak (Neonatal), Kedua Penurunan Prevalensi Stanting atau Pendek/Kerdil yang masih tinggi baik di Kabupaten Belu maupun Tingkat Provinsi, ketiga Penurunan Prevalensi Angka Tuberkolosis (TBC), yang juga masih tinggi angka pengidap baik di Kabupaten Belu dan kontribusi terhadap Provinsi dan secara nasional, keempat Imunisasi Dasar lengkap dan Imunisasi Lanjutan pada anak bayi, anak sekolah dan pada ibu hamil, sedangkan program kerja yang kelima secara Provinsi dan Kabupaten adalah persoalan malaria, sehingga lebih fokus pada kegiatan – kegiatan untuk mengeliminasi malaria.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, duduk dan dalam ruangan

Menyangkut kematian ibu dan bayi (Neonatal) dijelaskannya, penanganannya melalui pemberian motivasi ekstra serta menghimbau berupa ajakan, agar masyarakat mau memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia untuk persalinan seperti puskesmas, rumah sakit sehingga dapat mencegah kematian ibu dan anak. Sampai saat ini kurang lebih sekitar 5% masyarakat yang belum menggunakan fasilitas kesehatan yang memadai.

Terkait stanting lanjut Theresia, salah satu faktor utama stanting adalah kurang terpenuhi zat gizi anak. Banyak melahirkan anak sangat berpengaruh terhadap pemenuhan gizi, menyebabkan pertumbuhan anak tidak normal atau pendek dan kerdil. Pemerintah berupaya untuk memperhatikan melalui kerjasama lintas sektoral sesuai cakupan tugas masing–masing agar saling mendukung terkait penanganan stanting.

Lanjutnya, TBC merupakan salah satu penyakit menular dan dapat mengakibatkan kematian. Untuk itu apabila menemukan kasus segera dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan. Sejauh ini pencegahan lebih pada tindakan promotif, prefentif, kuratif dan rehabilitatif yang dilakukan petugas puskesmas.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk, layar dan dalam ruangan

Untuk Tahun 2018 kita masih punya angka parasit 1,26 perseribu mil angka yang sudah mulai bagus dari angka –angka tahun kemarin.16 permil dan 10 permil diatas 5 permil dan ditahun 2018 sudah menjadi 1,26 permil yang seharusnya dibawah angka 1 permil, sehingga perlunya kerja keras baik dari pemberi pelayanan, orang kesehatan dan juga lintas sektor dan masyarakat itu sendiri.

Untuk menekan angka tersebut, petugas puskesmas turun kemasyarakat untuk memeriksa kesehatan dan melakukan pembinaan dan pendidikan kesehatan, mempromosikan serta melakukan tindakan pencegahan. Upaya lain yang dilakukan melalui Progaram Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) diharapkan dengan mendatangi keluarga–keluarga diharapkan Desember ini sudah selesai dilakukan kunjungan dan dilanjutkan intervensi melalui pendidikan kesehatan .

Dinas Kesehatan didukung dana book dari Kementerian Kesehatan, tujuan utamanya untuk urusan preventif dan promotif. Dan dilakukan pencegahan promosi melalui RRI JENDELA SEHAT, dengan menghadirkan para narasumber dan pemutaran film didaerah-daerah fokus untuk menyampaikan promosi terkait kesehatan bagi masyarakat.

Selain itu terdapat sarana puskesmas sebanyak 17, puskesmas gedung yang dibangun sesuai dengan protetaif melalui dana DAK khusus ada 12, 16 pustu dan 42 polindes dan kurang lebih 450 polindes posyandu yang tersebar di wilayah Kabupaten Belu.

Dijelaskannya, Rpjmd bidang kesehatan porsi pekerjaannya adalah SDM, bagaimana bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dengan baik dan sesuai dengan prosedur, Tenaga Kesehatan juga harus diberi kemampuan supaya mereka bisa memberikan pelayanan sesuai dengan prosedur yang ada. Karena itu dengan keterbatasan dana Dinas Kesehatan memprioritaskan tenaga kesehatan ini dapat diberikan kemampuan melalui pelatihan–pelatihan atau pertemuan–pertemuan dengan mengundang narasumber pusat maupun provinsi dari pusat maupun propinsi terkait audit kematian ibu dan anak,sehingga lebih obyektif dalam mengaudit penyebab kematian ibu dan anak ini apakah keterlambatan informasi atau terkait pelayanan kita.

Kepala Dinas juga berpesan untuk masyarakat Kabupaten Belu agar dapat menerapkan hidup bersih dan sehat. Terkait dengan ketersediaan air bersih sehingga kita bisa menerapkan perilaku dan pola hidup yang bersih dan sehat, di satu unit dan berkembang di satu Kabupaten. Karena Kabupaten Belu ini masih termasuk Kabupaten yang tidak sehat sesuai dengan kriteria 12 indikator diantaranya keluarga mengikuti program KB, Melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, Bayi mendapat imunisasi lengkap, Penderita TB paru mendapat pengobatan sesuai standar, Keluasrga mempunyai akses sarana air bersih.

Foto/Berita: Asih Mukti & Bene Luan

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *