DINAS TANAMAN PANGAN HOLTIKULTURA DAN PERKEBUNAN KAB. BELU KAWAL PETANI TINGKATKAN PRODUKTIVITAS

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (07/04), Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Belu sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bergerak di bidang pertanian terus memberikan pendampingan bagi para petani dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di Rai Belu, demikian disampaikan Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kab. Belu, Drs. Arnoldus Bria Seo di Ruang Kerjanya, pada Selasa (07/05/2019).

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan lensa kaca mata

Menurutnya pendampingan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dilakukan secara intens oleh PPL sebagai salah satu petugas fungsional dalam lingkup SDM pertanian yang merupakan mitra terdepan yang berhubungan dengan petani, agar para petani di Kab. Belu mendapatkan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan teknologi pertanian terus berkembang. Plt. Kadis Pertanian juga menambahkan, selain pendampingan dari PPL, pemerintah Pusat dan Daerah juga memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsinta) yang dimanfaatkan oleh para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Meskipun alat mesin pertanian (alsinta) masih belum mencapai 100%, tetapi saya harapkan masyarakat bisa meningkatkan kinerja sebagai petani dan juga bisa membaca situasi saat ini untuk pemanfaatan lahan,” ungkap Asisten II Sekda Belu yang juga menjabat sebagai Plt. Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kab. Belu.

Lebih lanjut Plt. Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kab. Belu mengutarakan, kegiatan – kegiatan yang sudah berjalan diantaranya berupa sosialisasi – sosialisasi kepada para petani, yang sampai dengan saat ini masih dalam tahap identifikasi data bagi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL). Pendataan CPCL dimaksudkan agar para petani yang terdaftar bisa menerima bantuan secara lengkap baik itu berupa bibit, pupuk dan bantuan – bantuan lainnya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

Sementara itu, Sekertaris Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Belu, Petrus Alkantra Tribambang Manek menjelaskan, sejak Tahun 2018 lalu Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Belu telah berhasil mencapai angka produksi dan produktifitas pertanian khususnya komoditi Padi sebesar 104%, Jagung sekitar 200% & dan Ubi Kayu sebesar 300%.

“Target pencapaian pertanian ini baru pertama kali kita capai di Tahun 2018, karena kerja keras dari semua bidang yang ada di Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Belu terlebih Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluh,” jelas Sekertaris Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Belu, Petrus A.T. Manek.

Bambang Manek menyebutkan, salah satu contoh keberhasilan yang diprioritas dalam peningkatan produksi dan produktifitas pertanian yakni melalui kegiatan optimasi lahan dan optimalisasi lahan. Optimasi lahan yakni dengan cara mengolah lahan baru yang belum pernah disentuh dengan menggunakan alat mesin pertanian atau alsintan sementara optimalisasi lahan dengan cara mengolah lahan masyarakat petani secara gratis dengan 40 unit traktor besar yang ada. Bambang Manek menambahkan syarat yang harus dipenuhi masyarakat dalam mengolah lahan hanya dengan fotokopi KTP dan dievaluasi oleh PPL.

“Jadi, kami harapkan untuk Tahun 2019 ini capaian target produksi dan produktifitas pertanian dari 3 Ton bisa menjadi 4 – 5 Ton per hektar are,” tutur Sekertaris Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Belu.

Foto/Berita: Norci Man & Sipri Luma

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *