KOMINFO BELU PRAKARSAI TATA KELOLAH WEBSITE DESA DI WILAYAH PERBATASAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Senin (07/05), Pelatihan Fasilitas Peningkatan Pemanfaatan Jaringan Internet dan Website Tahun 2019 yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu  berlangsung selama dua hari dari tanggal 06 dan 07 Mei, ditutup secara resmi Kepala Bidang Teknologi dan Infrastruktur Dinas Kominfo Belu Djitro DJ. Muskanan, S.Sos.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, teks

Kepala Bidang Teknologi dan Infrastruktur Dinas Kominfo Belu Djitro DJ. Muskanan, S.Sos menjelaskan, dalam pasal 28f UUD 45 bahwa setiap orang berhak berkomunikasi, memperoleh informasi, mengembangkan pribadi dan lingkungan sosial serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi menggunakan segala jenis saluran yang tersedia, dengan maksud bahwa saluran yang tersedia harus disediakan oleh Pemerintah baik ditingkat pusat maupun ditingkat terendah yakni tingkat Desa dan salah satunya adalah website desa. Oleh karena itu Tata kelola desa yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfo merupakan perintah UU 45 yang dilaksanakan dan menjadi tuntutan publik yang sangat mengharapkan informasi yang selalu tersedia terutama oleh pemerintah, yang mana bahwa Informasi Publik harus disediakan terutama di desa yang merupakan salah satu lembaga Pemerintah terkecil yang juga melaksanakan tugas-tugas Pemerintahan sehingga wajib menyediakan Informasi Publik jika masyarakat membutuhkan. Sistem peyelenggara pemerintahan berbasis elektronik juga sudah merupakan suatu instruksi yang mestinya sudah dilaksanakan sejak tahun 2003 dan saat ini Pemda juga telah membuat sebuah Peraturan Daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik sehingga apa yang kita lakukan melalui tata kelola website ada korelasinya dengan sistem penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, layar, tabel dan dalam ruangan

’’Admin desa merupakan kunci daripada tata kelola website di desa sehingga perlu dibekali dengan norma-norma ataupun kaidah-kaidah yang sifatnya bisa membantu dalam melaksanakan tugasnya sebagai tata kelola website di desa. Kedepan, kami akan terus memfollow up kegiatan ini sehingga kami akan mengembangkan kemampuan sumber daya admin yang ada, agar admin pengelola website desa ini nantinya akan menjadi sebuah sumber daya yang mampu mengelola website desa secara baik,’’ kata Kabid.

Lanjut Kabid, melalui kegiatan ini kami berharap bahwa target tata kelola website desa lebih meningkat sehingga minimal 50% dari website desa di wilayah perbatasan Kabupaten Belu dapat terselenggara, terkelola dengan baik dan dapat dikembangkan.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Di sela-sela acara penutupan salah satu pemateri Eduardus Suri Lebo, S.Kom mengatakan materi yang diberikan dalam kegiatan selama dua hari ini tentang platform tata kelola desa yakni System Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA) dimana platform ini menggabungkan beberapa aplikasi tata kelola desa yakni tentang kependudukan yang disinkronisasikan dengan prodeska, dan untuk transparansi pengelolaan keuangan desa kita masukkan siskedes dan untuk pemetaan diupayakan untuk melatih para penggiat desa untuk membuat Peta sendiri. Di dalam platform ini telah dipakai kurang lebih 6000 desa di seluruh Indonesia, namun diharapkan semua desa yang menggunakan platform ini berjejaring sehingga diharapkan terdapat produk-produk unggulan dan potensi-potensi dari semua desa bisa saling bertukar produk.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

Pemateri lainnya dalam kegiatan tersebut yakni Evo Suri dengan materi Sideka Dekstop, serta Firdaus, SE dengan materi Teknik Pengisian Artikel Berita.
Foto/Berita: Ischa Tae&Jho Dasilva

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *