INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) JADI FOKUS PERHATIAN PEMERINTAH KABUPATEN BELU

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (08/4), Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Belu yang diwakili Sekertaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu, Oktovianus Lenggu mengatakan bahwa produk – produk unggulan yang saat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Belu yaitu usaha Meubeller, usaha Tenun Ikat, usaha Gerabah dan usaha Anyaman. Hal ini dikatakannya dalam dialog Aspirasi Timor Alor (TORA) yang digelar Dinas Kominfo Kab. Belu bersama RRI Atambua. Dialog Aspirasi TORA yang bertempat di Studio Pro Satu RRI Atambua ini membahas tentang Perkembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan

Menurut Sekertaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu, IKM ini akan terus didorong Pemerintah Kabupaten Belu untuk peningkatan ekonomi rumah tangga masyarakat. Oktovianus Lenggu menyebutkan bahwa saat ini jumlah pelaku usaha meubeller yang tersebar di Kabupaten Belu sebanyak 85 Pelaku Usaha dan Pelaku usaha tenun ikat kurang lebih 60 kelompok tenun ikat. Para Pelaku usaha ini akan kita himpun mereka untuk mendukung pertumbuhan IKM di Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, layar dan dalam ruangan

“ Jadi, tidak hanya sentra tenun ikat yang kita bangun, tetapi Pemkab Belu juga sementara mempersiapkan lokasi pembangunan sentra IKM khusus Meubeller di Kabupaten Belu dan akan dimanfaatkan pada Tahun 2020 mendatang. Lokasinya di kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan,” tutur Sekertaris Disperdagin Okto Lenggu.

Sampai dengan saat ini banyak orang luar semakin melirik produk – produk unggulan yang ada di Kabupaten Belu. Untuk itu, upaya pengembangan IKM khususnya Tenun ikat di Kabupaten Belu, Dinas Perdagin mengandeng Dekranasda Kabupaten Belu terus melakukan berbagai terobosan dalam meningkatkan kualitas produk tenun ikat yang ada, sehingga mampu bersaing dengan negara lain.
“Sampai dengan saat ini, kami masih terus memberikan perhatian serius lewat pembinaan kepada pelaku usaha tenun ikat yang ada di Kabupaten Belu,” jelas Sekertaris Disperdagin Kabupaten Belu.

Selain upaya pengembangan industri kecil menengah melalui pelatihan – pelatihan, Pemerintah juga memberikan peluang usaha dan kesempatan kepada seluruh pelaku usaha yang ada di Kabupaten Belu dengan bantuan permodalan oleh Perbankan lewat dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Diharapkan kesadaran dari para pelaku usaha untuk mau dan sadar meningkatkan usahanya dengan perbaikan mutu demi peningkatan ekonomi masyarakat dan dapat meningkatkan pelaksanaan ekspor-impor yang mendukung peningkatan kemampuan ekonomi daerah dalam pembangunan di wilayah Kabupaten Belu.
Foto/ Berita: Norci Man & Jhon Dasilva

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *