5 PROGRAM KERJA UNGGULAN DUKUNG PEMENUHAN DAN KUALITAS TERNAK

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (06 / 05), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu memprioritaskan salah satu program unggulan yakni sektor peternakan bagi masyarakat Kabupaten Belu. Salah satunya adalah ternak sapi yang juga merupakan primadona sektor unggulan di Provinsi NTT. Kabupaten Belu secara geografis ditunjang dengan kondisi alam yang kondisif untuk beternak menjadikan sektor ini menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Kabupaten Belu melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Pertama ( RPJMD ) Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: luar ruangan

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu, Drs. Nikolaus Umbu K. Biri, MM mengatakan Untuk menindaklanjuti kebijakan pemerintah tersebut, banyak program dan kegiatan yang telah dilakukan selama tahun 2019, terhitung Januari hingga April 2019, antara lain program peningkatan populasi ternak, peningkatan pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak, peningkatan produksi ternak, peningkatan penerapan teknologi pengawasan ternak dan kontes ternak. Berbagai kegiatan ini dilakukan sebagai komitmen pemerintah untuk menjadikan Kabupaten Belu sebagai gudang ternak, mandiri dalam pemenuhan ternak.

Program dan Kegiatan sektor peternakan yang menjadi unggulan dalam upaya menjadikan kabupaten Belu sebagai gudang ternak, dapat dijelaskan secara rinci sebagai berikut :
1. Peningkatan populasi ternak. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengembangan kawasan budidaya peternakan dan perluasan areal hijauan makanan ternak;
2. Peningkatan pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemeliharaan kesehatan ternak, pencegahan penyakit menular ternak, pengendalian dan pengawasan peningkatan mutu pangan ternak;
3. Peningkatan produksi ternak. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembinaan teknis pengolahan produk peternak dan pembinaan teknis pemasaran produk peternak;
4. P rogram penerapan teknologi pengawasan ternak. Kegiatan yang dilakukan meliputi penumbuhan dan penguatan kelembagaan kelompok ternak, pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia di pedesaan dan pembinaan ketrampilan peternak.
5. Kontes ternak sapi. Kegiatan yang dilakukan meliputi perlombaan ternak sapi di Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

Lanjut Kadis, untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan peternak di daerah perbatasan. Jenis ternak yang dikembangkan di Kabupaten belu terbagi atas 2 ( dua ) jenis, yaitu ternak besar terdiri dari sapi, kuda, kerbau. Ternak kecil terdiri dari babi, kambing, serta unggas yaitu ayam. Pada jenis ternak besar, populasi dengan jumlah terbanyak adalah sapi sedangkan jenis ternak kecil selain ternak unggas, babi memiliki populasi terbanyak.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Kabupaten Belu merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste diprediksi bakal menjadi daerah penghasil ternak sapi yang menjanjikan. Prediksi ini bukan sekedar retorika belaka. Para peternak di Belu sudah mulai membuktikannya. Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH melalui Gerakan Ekonomi Membangun Masyarakat, terus mendongkrak para peternak di Belu untuk merintis usaha peternakan sapi. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah kabupaten Belu semakin serius dalam mengembangkan sektor ini dari hari ke hari. Hal itu dibuktikan dengan pemberian dana insentif, sebesar 500.000 kepada para peternak sapi. Kebijakan ini dimaksudkan selain meningkatkan populasi ternak yang ada di wilayah Kabupaten Belu, juga merangsang para peternak untuk meningkatkan populasi ternaknya sehingga masyarakat bisa mendapatkan keuntungan, Jelas kadis.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk, kantor dan dalam ruangan

Kadis mencontohkan, pembudidayaan ternak sapi IB ( kawin suntik ) yang mana melalui pembudidayaan ini dalam satu atau dua tahun populasi ternak bisa meningkat. Selain peningkatan populasi ternak, pihaknya juga telah melakukan pengawasan ternak yang akan keluar masuk ke wilayah Kabupaten Belu. Hal itu dilakukan guna memastikan apakah ternak sapi yang masuk dan keluar sehat atau tidak. Selain itu, tanggal 27 Mei hingga 29 Mei 2019 nanti, pihaknya juga akan menggelar kontes ternak. Kegiatan ini dimaksudkan selain mencari ternak – ternak bagus untuk dilombahkan juga untuk merangsang masyarakat agar dapat memelihara ternaknya dengan baik.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Mantan Kasat Pol PP Kabupaten Belu ini menambahkan, Kecamatan Lamaknen, Lamaknen Selatan, Raimanuk, Kakuluk Mesak dan Tasifeto Timur merupakan sebuah kawasan yang dikelilingi perbukitan hijau sehingga sangat cocok bagi masyarakat setempat untuk dijadikan kawasan ternak sapi yang ideal sehingga Pemerintah Kabupaten Belu terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan padang pengembalaan ini.

“ Dengan adanya Padang pengembalaan ini diharapkan bisa meningkatkan populasi ternak sapi sehingga kedepannya bisa mendongkrak pendapatan petani ternak di daerah perbatasan. “ ujarnya.

Foto / Berita: Frans Leki

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *