L2DIKTI DORONG PENGEMBANGAN KAMPUS DI DAERAH PERBATASAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Sabtu (04/05), Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP ) Fajar Timur Atambua Menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana, angkatan VI Tahun Akademik 2018 – 2019 bertempat di Aula hotel King Star Atambua.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Rapat Senat terbuka luar biasa yang dipimpin ketua STISIP Atambua Dr. Drs. Rm. Marsel Bria, Pr. MA,didampingi Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan – Elias Fredikus Kellen, S.Fil Dan Ketua Prodi Ilmu Administrasi Negara –Marianus Manek Se, M.Si, Ak ini mewisuda 74 mahasiswa dari dua jurusan yakni jurusan Ilmu Pemerintahan sebanyak 41 orang dan jurusan Ilmu Administrasi Negara sebanyak 33 orang menjadi sarjana.

Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang berdiri, topi, lensa kaca mata dan pakaian

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII Nusra – Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.si. ketika ditemui usai acara rapat senat terbuka mengatakan akan mendorong kampus–kampus yang ada di perbatasan ini agar dapat dikembangkan menjadi kampus yang lebih besar atau universitas sehingga generasi muda di wilayah Kabupaten Belu, dan beberapa kabupaten tetangga, bahkan negara RDTL mendapat kesempatan untuk bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, pakaian dan dalam ruangan

‘’ Dengan menambah 3 Prodi seperti Prodi Eksakta yang dibutuhkan masyarakat maka penyerapan pendidikan akan semakin meningkat. Kita berharap dengan menjadi Universitas angka pastisipasi kasar anak –anak muda kita akan terus meningkat ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,’’kata Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII Nusra.

Ketua STISIP Fajar Timur Atambua – Dr. Drs. Rm. Marsel Bria, Pr. MA mengatakan wisuda kali ini merupakan wisuda angkatan ke 6 yang dilaksanakan berdasarkan ketentuan dari kementerian riset teknologi dan pendidikan tinggi dan surat izin dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII Nusra ( L2DIKTI ) wilayah delapan yang masih meliputi NTT.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan topi

Lanjutnya, meskipun para wisudawan ini ada yang sudah memiliki pekerjaan, namun mereka terus berusaha untuk menambah ilmu pengetahuan dan status akademiknya melalui lembaga pendidikan tinggi. Sedangkan yang belum mendapat pekerjaan selain mendapat status akademik sebagai persyaratan mencari pekerjaan juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja sendiri.

Sementara itu, Ketua Yayasan Alfridus Bria Seran menjelaskan STISIP Fajar Timur Atambua sudah meluluskan wisudawan sampai angkatan yang ke 6 sejak Lembaga Tinggi ini berdiri. Untuk Tahun Akademik 2018/2019 ini STISIP Fajar Timur Atambua mewisuda 74 mahasiswa menjadi sarjana Dirinya menambahkan, pihak Yayasan akan terus membenahi diri dan akan terus bekerjasama dengan Pemerintah sehingga dapat menghasilkan lulusan sarjana terbaik yang berkualitas bagi kepentingan dan kemajuan daerah ini.

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang berdiri, topi, lensa kaca mata dan pakaian

Ketua Yayasan juga berharap agar pemerintah senantiasa terus mendorong dunia pendidikan baik tingkat dasar hingga perguruan tinggi, karena dengan pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk membangun daerah ini. Untuk itu dirinya mengajak masyarakat di Kabupaten Belu dan Malaka agar memberi kesempatan kepada generasi muda untuk melanjutkan pendidikannya di STISIP Fajar Timur.

Dalam acara Rapat Senat Luar Biasa ini juga di umumkan nama wisudawan lulusan terbaik program sarjana (S1) dengan nilai tertinggi atau Cumlaude sebanyak enam orang dari program studi ilmu administrasi negara, salah satunya dengan IPK tertinggi 3,71 atas nama Otomosi Zisokhi Gulo dan 1 orang dari program jurusan Ilmu Pemerintahan dengan IPK tertinggi yakni 3,41 atas nama Virginia Helena Mugirato.

Berita/Foto: Asih Mukti, Andi Luan & Siprianus Luma

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *