SMESCO INDONESIA LIRIK PRODUK UNGGULAN DI BELU

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (30/04), Smesco Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM menggelar temu mitra Koperasi dan UKM produk unggulan daerah di Atambua, Kabupaten Belu. Kegiatan ini melibatkan 40 pelaku usaha dan pengrajin tenun ikat.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk dan teks
Kegiatan temu mitra Koperasi dan UKM produk unggulan daerah yang merupakan salah satu agenda inti dalam sinergitas program kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dekranas dan Tim Penggerak PKK ini bertujuan untuk mendorong pengembangan kualitas industri dan UKM di Kabupaten Belu yang merupakan kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, di panggung dan minuman

Armel Arifin selaku Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia mengakui bahwa Kabupaten Belu sangat kaya akan produk unggulannya. Dengan adanya temu mitra Koperasi dan UKM produk unggulan daerah dapat memacu semangat masyarakat khususnya pelaku usaha dan pengrajin dalam meningkatkan produk-produknya.

“Kami gencarkan kegiatan ini di Kabupaten Belu karena memang Kabupaten Belu memiliki banyak potensi unik dan menarik seperti produk Tenun yang patut kita kembangkan untuk berdaya saing ke pasar global,” ungkap Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia, Armel Arifin.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Lebih lanjut Arifin menjelaskan, Smesco Indonesia merupakan salah satu tempat promosi dan pemasaran berbagai produk unggulan yang ada di seluruh pelosok nusantara. Oleh karenanya, dengan adanya kegiatan ini nantinya dapat meningkatkan kualitas produk Tenun Ikat sehingga bisa laku di pasaran baik lokal, nasional maupun mancanegara.

“Smesco akan memfasilitasi para pengrajin UMKM untuk terus berkarya sehingga bisa dilirik dunia luar,” jelasnya.
Arifin juga mengharapkan agar produk KUKM di Kabupaten Belu bisa naik kelas terutama produk – produk unggulan sehingga bisa di pasarkan di Smesco Indonesia lewat Pavilium Provinsi NTT.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, dekat

Sementara itu, Asmawati salah satu pelaku usaha, mengakui kegiatan ini sangat membantu para pelaku usaha dan pengrajin dalam meningkatkan kualitas usahanya. Namun begitu, dirinya berharap agar pemerintah mendukung usaha mereka dalam bentuk permodalan dan peralatan sehingga mereka bisa mengembangkan usahanya kedepan.

40 pelaku usaha dan pengrajin yang mengikuti kegiatan tersebut diantaranya meliputi kerajinan tenun ikat, pengrajin tas berbahan sampah plastic dan usaha makanan ringan (snack).

Foto/berita : Norci Man & Bene Luan

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *