KEMENKOP RI GANDENG DEKRANAS DAN TP PKK KEMBANGKAN UMKM DI PERBATASAN RI-RDTL

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB.BELU – Selasa ( 30/04), Ketua Umum Dekranas Indonesia yang diwakili oleh Ketua Bidang Manajemen Usaha, Bintang Puspayoga yang juga adalah Istri dari Menteri Koperasi dan UKM RI membuka Acara Sinergitas Program Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dewan Kerajinan Nasional dan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di Atambua sebagai salah satu wilayah perbatasan NKRI dengan Timor Leste.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

Kegiatan dalam rangka mendorong pengembangan kualitas produk UKM di Kabupaten Belu yang ditargetkan pada peningkatan Sumber Daya Manusia ( SDM ) para Pelaku Usaha Kecil Menengah dan Pengrajin. Terdapat tujuh agenda penting yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM RI di Kabupaten Belu diantaranya konsultasi desain dan kemasan serta pemberkasan pendaftaran merek produk KUMKM dan sosialisasi program kegiatan LPDB – KUKM dalam rangka penyaluran dana bergulir bagi koperasi dan UKM.

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang duduk

Ketua Umum Dekranas Indonesia dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua Bidang Manajemen Usaha, Bintang Puspayoga menyebutkan Industri kerajinan saat ini telah berkembang dengan pesat di seluruh pelosok nusantara mengingat bahan baku lokal banyak tersedia seperti serat alam untuk anyaman, tanah liat untuk keramik, kayu, batuan, logam dan lain – lain.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang berdiri

“ Meskipun ada kendala dalam hal permodalan, pemasaran dan teknik produksi namun Industri ini tumbuh bervariasi dari skala mikro, kecil sampai skala menengah,” papar Puspayoga saat membacakan sambutan tertulis Ketua Umum Dekranas Hj. Mufidah Yusuf Kalla, pada acara Sinergitas Program Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dewan Kerajinan Nasional dan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK ) di Atambua, Kabupaten Belu, Selasa, (30/04/2019).

Lanjut Ketua Umum Dekranas Indonesia, salah satu upaya nyata yang dapat dilakukan untuk mendorong para pengrajin agar dapat bersaing di pasar global adalah dengan meningkatkan kemampuan SDM untuk mengembangkan produk – produk kerajinan yang berdaya saing sehingga laku di pasar.

Gambar mungkin berisi: 9 orang, orang berdiri, orang duduk dan dalam ruangan

Sebagai mitra Pemerintah Ketua Umum Dekranas menambahkan, Dekranas telah melakukan berbagai program dan kegiatan dalam membina dan mengembangkan UKM kerajinan di seluruh wilayah nusantara. Di Kabupaten Belu banyak potensi yang dapat dikembangkan seperti Tais atau Tenun merupakan salah satu produk unggulan Belu yang sudah Go Internasional, anyaman pandan dan lontar, ukiran kayu dan kerajinan cendana. Karena itu beliau sangat mengharapkan agar peran baik Dekranasda Provinsi NTT maupun Dekranasda Kabupaten Belu terus tingkatan dalam rangka mengetahui dan menggali potensi produk kerajinan yang memiliki nilai dan identitas budaya lokal untuk dapat dikembangkan dan kemudian dilanjutkan dengan memotivasi para pengrajin untuk menghasilkan produk – produk kerajinan yang dapat menunjukkan kualitas dan desain produk berkelas dengan kata lain berdaya saing tinggi.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan teks

Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lay mengatakan, Pemerintah Kab Belu sangat mengapresiasi pemerintah pusat yang sudah memberikan perhatian khusus dan kepedulian kepada para pengrajin dan UKM di Kabupaten Belu dengan berbagai pembinaan dan pelatihan yang dilakukan selama dua hari dari tanggal 29 – 30 April 2019. Bupati Belu juga menyampaikan banyak bantuan yang sudah diberikan kepada pengurus UKM dan peralatan tersebut sudah dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kualitas produk yang ada.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri dan dalam ruangan

“Sebagai Kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste, kami sudah memanfaatkan potensi – potensi yang ada di Kabupaten Belu dengan melestarikan budaya dan sekaligus mengembangkan usaha dengan baik. Dan tentunya tidak terlepas dari pembinaan pemerintah pusat untuk memberikan nilai tambah produksi tenun ikat di Kabupaten Belu,” ungkap Bupati Belu.

Bupati Belu juga menyebutkan, untuk mengembangkan produk Tenun Ikat yang ada, Pemerintah dan Dekranasda Kabupaten Belu telah memberikan bimbingan dan pelatihan kepada para pengrajin tenun ikat dengan memberikan pelatihan seputar pencelupan pewarna alam.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, dalam ruangan dan makanan

Hadir juga dalam acara pembukaan kegiatan ini Forkopimda Provinsi NTT dan Kabupaten Belu. Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenko UKM RI, Ir. Victoria Br Simanungkalit, Ketua Dekranasda Kabupaten Belu, Sekertaris Daerah Kabupaten Malaka, para Pimpinan Bank Penyalur KUR dan Pelaku Usaha dan Pengrajin di Kab. Belu.Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang berdiri

Dalam acara pembukaan ini juga dilakukan penyerahan program strategis kementerian koperasi dan UKM berupa sertifikasi hak cipta motif tenun bese kepada Marianus Luan Berek sebagai perwakilan masyarakat kenaian Aitoun – Desa Aitoun Kecamatan Raihat, penyerahan program strategis Kementerian Koperasi dan UKM kepada Wirausaha Pemula atas nama Judith S. Banamtuan dan Olivia Haki dan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta penyematan tanda peserta sinergitas kementerian koperasi dan UKM kepada delapan orang peserta.

Usai Acara Pembukaan dilanjutkan dengan peninjauan ke Pameran Mini UKM pengrajin se – NTT di Gallery Tenun Ikat oleh ketua manajemen bidang usaha Dekranas Pusat.

Foto / Berita : Norci Man /Anna Ukat/ Bene Luan & Cransen Fontes

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *