Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Kamis (26/04), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan jenjang pendidikan dasar yang dibentuk untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak baik jasmani maupun rohani yang terus dipantau sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Karena anak usia dini adalah usia emas yang perlu dipersiapkan dengan baik demi masa depan bangsa, Pemerintah Kabupaten Belu dibawah pengawasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu memberikan pemahaman dan informasi tetang pengembangan dan peningkatan kualitas layanan PAUD.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Kegiatan yang melibatkan 200 peserta yang meliputi Lembaga PAUD, Camat, Lurah, Desa, Bunda PAUD kecamatan, perwakilan dari tiap OPD terkait, yayasan/LSM dan organisasi Wanita di Kabupaten Belu ini mengusung topik publikasi dan sosialisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tentang Perda Kabupaten Belu No. 9 Tahun 2017 dan Peraturan Bupati Belu No. 8 Tahun 2019 tetang penyelenggaraan dan pengelolaan PAUD ini berlangsung Aula Dinas P & K Kabupaten Belu, Kamis (25/04).

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH mengakui bahwa lembaga Paud sangatlah penting dalam mempersiapkan dan membentuk anak usia dini agar menjadi sehat, cerdas dan ceria. Bupati Belu juga menambahkan bahwa lewat Pendidikan anak usia dini anak dipersiapkan untuk masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya. Oleh karena itu, semua pihak baik pengelola PAUD, tutor, Bunda Paud, dan pemerhati pendidikan harus ikut bertanggung jawab dalam memberikan perhatian khusus bagi anak – anak sejak usia dini hingga enam tahun.

“Saya inginkan Camat, Lurah, Desa, Pengelola PAUD dan termasuk Bunda PAUD peduli dan menaruh perhatian yang sungguh-sungguh kepada anak PAUD, karena merekalah harapan bangsa yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin bangsa di kemudian hari”, ungkap Bupati Belu.

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang duduk

Lebih jauh disampaikan Bupati Belu, untuk mewujudkan dan memperoleh generasi emas di tahun 2045, seluruh stakeholder baik pemerintah, swasta dan masyarakat harus bekerjasama dan bergandengan tangan dalam menanamkan nilai – nilai positif kepada anak usia dini, sebagai contoh pola hidup bersih dalam lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya.
“Saya titipkan pesan kepada semua kita yang hadir disini untuk dapat menularkan budaya hidup sehat dan peduli lingkungan bagi anak – anak usia dini sehingga kedepannya karakter anak – anak dibentuk,” tuturnya
Bupati Belu juga berharap agar 404 Dusun yang tersebar di 69 Desa di Kabupaten Belu menghadirkan satu taman bermain bagi anak – anak usia dini, demi meningkatkan kualitas SDM sejak dini.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan dalam ruangan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Marsianus Loe Mau, SH menjelaskan dalam mengelola PAUD, tenaga pendidiknya harus memiliki kualifikasi pendidikan Strata satu (S1) dan program yang diajarkan sama dengan satuan pendidikan lainnya yaitu kurikulum 13.

“Ada tiga hal penting yang perlu kita terapkan dalam mendidik anak usia dini yaitu pertumbuhan fisik, pertumbuhan kecerdasan otak dan pertumbuhan jiwa. 1000 hari pertama kehidupan anak harus kita persiapkan secara baik,”jelas Kadis Pendidikan dan Kebudayaan.

Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang duduk

Kadis P dan K juga menyebutkan hingga Tahun 2019 ini terdapat sebanyak 203 PAUD di Kabupaten Belu. Kadis P dan K Kab Belu menambahkan untuk mendirikan PAUD persyaratannya adalah memiliki tanah berukuran 10×10, 1 Pengelola PAUD dan 2 tutor serta pengelola dan Tutor harus mendata pasangan usia subur, mendata jumlah anak balita dan jumlah anak usia PAUD dan selanjutnya mengurus rekomendasi dari kepala desa/lurah dan dibawa ke dinas untuk diproses guna mendapatkan ijin operasional. Hingga Tahun 2019 ini sudah sebanyak 203 PAUD yang ada di Kabupaten Belu.

Foto/Berita : Norci Man & Bene Luan

Facebook