MINIMNYA FASILITAS IT 3382 SISWA DI DAERAH PERBATASAN BELUM UNBK

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (23/04), 4468 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Belu mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Dari 48 SMP di Kabupaten Belu, 4 SMP sudah melaksanakan UNBK sedangkan 44 SMP lainnya masih menggunakan cara manual.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri dan luar ruangan

Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Belu, Marsianus Loe Mau, SH ketika memantau pelaksanaan UNBK hari pertama di SMP Negeri 1 Atambua mengatakan bahwa pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP dilakukan menggunakan dua model yakni empat sekolah menggunakan komputer dan SMP lainnya masih menghadapi ujian dengan menggunakan kertas pensil atau cara manual. Empat sekolah yang sudah UNBK ini SMP Negeri 1 Atambua, SMP Bina Karya Atambua, SMP Negeri 2 Atambua dan MTs Atambua dengan jumlah siswa dari 4 SMP yang ikut UNBK sebanyak 1086 peserta.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri

“Sebenarnya pelaksanaan USBN dan UNBK tingkat SD/SMP ini dilakukan pada tanggal 22 April kemarin, tetapi sesuai instruksi dari Dinas P dan K Provinsi NTT terkait situasi Pemilu dan Paskah maka jadwal pelaksanaan ditunda hingga tanggal 23 April 2019. Untuk pelaksaaan UNBK terdapat 4 SMP yang bisa menggunakan Komputer selain itu SMP lainnya masih menggunakan cara manual,” ungkap Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu.

Kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa sudah saatnya pelaksanaan UNKP beralih pada UNBK yang diperuntukan bagi semua SMP. Namun masih ada persoalan yang dihadapi terutama minimnya infrastruktur laboratorium IT sehingga Pelaksanaan UNBK bagi empat SMP ini menggunakan fasilitas SMA yang ada di Kabupaten Belu. Untuk menyikapi kekurangan sarana prasarana pada SMP dalam pelaksanaan UNBK di tingkat Kabupaten, Kadis menjelaskan di Tahun 2020 ini akan ada penambahan lagi fasilitas lab IT bagi 11 sekolah untuk menunjang pelaksanaan UNBK.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri

“Saya berharap kepada Pemerintah Pusat agar di setiap satuan pendidikan sudah harus memilik lab IT, supaya semua sekolah bisa mengikuti ujian dengan fasilitas komputer,” pungkasnya.

Kepada siswa yang mengikuti ujian, Kadis Pendidikan berpesan agar terus belajar dengan sungguh – sungguh dan tetap semangat untuk meraih masa depan karena pertaruhan masa depan ada dalam genggaman diri sendiri.

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Atambua, Agustina Asa,S.Pd menjelaskan sebelum melaksanakan UNBK siswa telah melalui tahapan persiapan seperti bimbingan belajar sebanyak 25 kali dan simulasi pelaksanaan UNBK 2 kali sehingga dirinya yakin bahwa anak – anak sudah siap dalam melaksanakan ujian. Kaitannya dengan jumlah peserta ujian di SMP Negeri 1 Atambua, dari tahun lalu dan tahun ini meningkat. Dengan jumlah siswa yang mengikuti UNBK tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 571 peserta.

Gambar mungkin berisi: 1 orang

“Ujian dilaksanakan mulai tanggal 23 sampai 25 dan dilanjutkan lagi pada hari sabtu tanggal 27 April 2019 dengan mata pelajaran matematika, bahasa Inggris, IPA dan Bahasa Indonesia,”tuturnya

Kepala Sekolah SMP Negeri mengharapkan agar pada tahun selanjutnya pihaknya dapat melaksanakan UNBK secara mandiri tanpa harus menggunakan fasilitas SMA.

Dewa Surya Ariesta salah satu peserta UNBK menjelaskan soal yang dikerjakan sebagiannya berbeda dengan apa yang di sampaikan guru pada tahapan persiapan sebelumnya dan butir – butir soal sangat tinggi levelnya sehingga benar – benar sulit untuk saya mengerjakan soal.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri

“Saya yakin bisa lulus dalam UNBK ini dan meraih nilai yang memuaskan,” tutur Dewa.
Untuk mengantisipasi kendala terjadinya pemadaman listrik, pihak PLN telah menyediakan satu genset dalam pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 1 Atambua.

Dari pantauan terlihat pelaksanaan UNBK dan UNKP tingkat sekolah menengah pertama berjalan lancar dan tertib.

Foto/Berita : Norci Man & Jun Naibuti

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *