JEMAAT GBI KALVARI MISI ATAMBUA HADIRI IBADAH MINGGU PASKAH

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Minggu (21/04), Bertitiktolak dari tanda kehadiran Tuhan, mereka menjadikan Tuhan sebagai muara dan sebagai sumber dari pusat kehidupan mereka. Mutu hidup umat beriman akan Paskah ditentukan sejauh mana Tuhan dihadirkan dan berperan sentral dalam kehidupan. Dalam Perjanjian Baru, Paskah identik dengan Kematian dan Kebangkitan Yesus Kristus. Allah yang turun jadi manusia, demi menyelamatkan umat manusia lewat pengorbanan-Nya di Kalvari. Dalam kaitannya dengan itu, Yesus sendiri telah mengorbankan Darah-Nya untuk menyucikan hati nurani kita, pengantara kita, pengampunan kita, dan Kristus mati sekali untuk menanggung dosa orang banyak. Hal itu dikatakan Gembala Sidang Pdt. Wilma M. Wattimena dalam ibadah Minggu Paskah di Gereja Bethel Indonesia ( GBI ) Jemaat Kalvari Misi Atambua.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan dalam ruangan

Lebih jauh Pdt. Wilma juga mengatakan bahwa, Paskah untuk kita orang beriman, berarti kita belajar untuk ikut Tuhan dengan berpegang teguh pada tanda – tanda kehadiran Tuhan yang telah menunjukkan kasih-Nya kepada kita sehingga sebagai manusia kita wajib mengasihi dan mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang tersenyum, orang berdiri

“Mari kita saling bergandengan tangan dalam kesatuan kasih yang saling menerima, saling membagi tanpa pamrih dan penuh pengorbanan. Sebagai anak-anak-Nya kita berhak menerima semua janji-janji Allah bukan karena kita diselamatkan dan masuk surga tetapi paskah itu memberikan jaminan untuk menerima semua janji-janji Allah sehingga apa yang kita butuhkan, Tuhan sudah siapkan untuk kita. Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan menerangi kita dengan pesona dan suka cita. Selamat merayakan pesta paskah, Tuhan sungguh telah bangkit dan sungguh menjiwai kita,” ungkap Pdt. Wilma.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri

Usai ibadah, Pdt. Wilma M. Wattimena didampingi Pdt. Melki Nobisa melakukan pembabtisan bagi anak-anak jemaat GBI.

Foto/Berita: FRANS LEKI & ANDI LUAN

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *