PENYANDANG DISABILITAS IKUT BERPERAN DALAM SIMULASI PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA DI TPS

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB.BELU— Jumat (05/04), Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belu menyelenggarakan Simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS, bagi PPK,PPS serta KPPS dihalaman kantor KPU Kabupaten Belu.

Simulasi ini di perankan oleh para KPPS sebanyak 20 orang dan 5 orang diantaranya adalah penyandang Disabilitas. Simulasi pemungutan dan perhitungan suara dimulai dengan pemeriksaan kotak suara, pemeriksaan sampul surat suara dalam keadaan tersegel dan menghitung jumlah surat suara mulai dari surat suara presiden dan wakil presiden, surat suara DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri, berjalan dan luar ruangan

Simulasi pemungutan suara ini langsung diperagakan oleh anggota KPPS dan para pemilih mulai dari tahapan pertama yakni pemilih DPT dan DPTB menyerahkan model C6 KPU/ A5-KPU/A5 LN-KPU dan mendatangi Formulir model C7.DPT-KPU/C7.DPTB-KPU dan dipanggil dan dipersilahkan menuju bilik suara untuk mencoblos surat suara dan selanjutnya surat suara dimasukan ke dalam kotak suara kemudian menuju ke meja tinta untuk mencelupkan salah satu jari ke dalam botol tinta yang telah disediakan.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri dan luar ruangan Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan luar ruangan Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang tersenyum

Ketua PPK Kota Atambua, Aloysius Fina mengatakan, ‘’Dalam pemilihan umum Tahun 2019 ini pemilih yang memiliki C6 maupun yang menggunakan KTP atau surat keterangan dari Disdukcapil harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu di TPS. Pendaftaran dimulai dari pukul 07. 00 pagi sampai batas waktu pukul 12.00 siang. Tahun ini waktu pencoblosan panjang karena dilakukan pencoblosan pada 5 surat suara, oleh karena itu bagi pemilih umum memerlukan waktu 2 sampai 3 menit untuk satu surat suara sedangkan bagi penyandang disabilitas memerlukan waktu 5 sampai 6 menit”.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

Lanjut Aloysisus, ‘’Untuk pemilu ini semua pemilih wajib membawa E-KTP, karena sangat dibutuhkan. Selain itu saat pencoblosan harus memperhatikan surat suara agar tidak salah untuk masing-masing jenis surat suara.’’

Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia cabang Kabupaten Belu, Hendrikus Asa Besin mengatakan bahwa dirinya sudah berulang kali mengikuti pemilihan umum. Semenjak adanya alat bantu Template Braille, Dirinya merasa senang karena diikutsertakan dalam simulasi ini. Dirinya berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan semua pihak dapat memberikan perhatian terhadap kaum disabilitas yang ada di Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang berdiri

Bagi pemilih penyandang disabilitas mendapatkan perhatian khusus yakni dengan dilayani terlebih dahulu dan bisa didampingi oleh pendamping yaitu dengan cara membuat pernyataan terlebih dahulu. Jika tidak ada pendamping dari keluarga, maka bisa diwakilkan oleh salah seorang anggota TPS dengan membuat surat pernyataan dan di tandatangani. Sedangkan Bagi pemilih yang hanya membawa KTP / Surat Keterangan di layani pada pukul 12.00 siang sampai dengan pukul 13.00 siang selagi surat suara masih tersedia.

Foto/Berita: Anna Ukat & Jun Naibuti

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *