EVALUASI PROGRAM MATA, ASISTEN II BERHARAP KEBERLANJUTAN PROGRAM PMI DI WILAYAH PERBATASAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Jumat (29/03), Palang Merah Indonesia dan Australian Red Cross (ARC) menyelenggarakan Workshop Evaluasi Program Membangun Masyarakat Aman dan Tangguh (MATA) dengan Stake Holder di Kabupaten Belu. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok–Atambua.
Workshop Program MATA dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekda Belu, Drs.Arnoldus Bria Seo, juga turut mendampingi Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Belu, Drs.Bona Bowe, Perwakilan PMI Provinsi NTT, Ir. Ignasius Fernandes, Koordinator Project Australian Red Cross di Jakarta, Teuku Khairil Azmi dan Perwakilan dari Institut Pertanian Bogor.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

Dalam sambutannya Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekda Belu, Drs. Arnoldus Bria Seo mengatakan bahwa Palang Merah Indonesia hadir di Kabupaten Belu telah memberikan kontribusi yang besar dalam mengurangi resiko bencana di Kabupaten Belu.

’’Orang–orang yang bergerak dalam dunia PMI merupakan orang–orang yang mengembankan tugas mulia dan sangat membantu masyarakat yang beresiko bencana,’’ tegas Asisten II Sekda Belu dalam pembukaan Workshop Evaluasi Program MATA, Jumat (29/03).

Asisten II menambahkan, program yang dijalankan PMI sejak Tahun 2016, tidak hanya terfokus dalam penanggulangan bencana alam, program ini juga langsung menyentuh persoalan kesehatan ibu dan anak yang ada di Kabupaten Belu.

“Jadi, jika berbicara soal bencana berarti kita berbicara juga tetang alam dan kesehatan. Untuk itu, lewat workshop ini semua pihak terkait tentunya harus menyampaikan kegiatan–kegiatan apa saja yang sudah berjalan dan yang belum untuk dilaksanakan dalam program kerja selanjutnya,” ungkap mantan Kadis Nakertrans Kabupaten Belu ini.

Sebagai Pemerintah Daerah, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekda Belu, mengharapkan kedepannya program ini terus dilaksanakan demi kelangsungan hidup masyarakat.

“Kami mengapresiasi kepada PMI Indonesia dan Australian Red Cross serta semua pihak terkait, karena kehadiran PMI di Kabupaten Belu telah membantu meringankan beban Pemerintah.”

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, janggut dan dalam ruangan

Koordinator Project Australian Red Cross di Jakarta, Teuku Khairil Azmi mengatakan kerjasama PMI Indonesia dan ARC telah berjalan sejak bulan Juni tahun 2016 lalu dengan menjalankan program membangun masyarakat aman dan tangguh.

“Berbagai kegiatan dan upaya untuk membuat masyarakat aman dan tangguh telah dilaksanakan lewat berbagai kegiatan dan bantuan yang langsung menyentuh masyarakat,” saya yakin program ini tetap berlanjut dan kami akan terus berupaya mendukung, semua kegiatan–kegiatan yang ada untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

Kaitanya dengan Workshop ini di tempat yang sama, Ketua PMI Kabupaten Belu, Drs. Bona Bowe mengatakan bahwa Kabupaten Belu merupakan daerah rawan bencana, seperti banjir dan longsor. Dan berbagai upaya telah dijalankan untuk membuat masyarakat aman dan tangguh. Oleh karena itu, workshop ini dilaksanakan untuk semua pihak yang ada kaitan dengan Program MATA, berdiskusi bersama untuk bagaimana keberlanjutan dari program MATA yang didukung langsung oleh ARC dan PMI Pusat.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, duduk dan dalam ruangan

“Bulan Juni Tahun 2019 mendatang ARC akan mencabut kerjasamanya lewat program MATA, karena itu, hari ini kita sama–sama berdiskusi menyatukan pikiran dan pendapat untuk keberlanjutan program tersebut,” tutur Ketua PMI Belu.

Peserta yang hadir dalam Workshop Program MATA PMI Kabupaten Belu antara lain, Instasi Pemerintah terkait, LSM yang ada di Kabupaten Belu, 4 Desa Program yakni Desa Rafae, Desa Sarabau, Desa Renrua dan Desa Fatuketi serta Kader Posyandu di empat Desa Program.

Foto/Berita: Norci Man & Sipri Luma

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *