APAPO DAN APOA PERMUDAH PELAYANAN, PELAPORAN DAN PENGAWASAN KEIMIGRASIAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Rabu (27/03), Dalam memperkenalkan Aplikasi Pendaftaran Antrian Paspor Online (APAPO) dan Aplikasi Pengawasan Orang Asing (APOA), Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua mengadakan Sosialisasi Peraturan Keimigrasian tentang Penerapan Aplikasi APAPO dan APOA. Penererapan Aplikasi ini merupakan terobosan terbaru dari Direktorat Jendral Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk dan orang berdiri

APAPO merupakan aplikasi terbaru untuk memudahkan para pembuat paspor yang akan melakukan permohonan paspor ke Kantor Imigrasi, baik Permohonan Paspor Baru maupun penggantian paspor yang sudah melewati batas waktu penggunaan secara Online. Aplikasi APAPO ini menggunakan Akun Google atau Gmail.

APOA merupakan Aplikasi Berbasis Online di www.imigrasi.go.id dapat membantu proses pelaporan maupun pengawasan keberadaan orang asing di wilayah kerja Kantor Imigrasi sehingga menjadi lebih mudah dan cepat. Aplikasi Pelapor Orang Asing ini dikhususkan untuk pemilik atau pengurus tempat penginapan atau perorangan yang berkewajiban untuk memberikan data mengenai orang asing yang menginap di tempat penginapan atau tempat tinggalnya secara real time dan akurat.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Mengapa APOA perlu dilakukan? Mengacu pada Pasal 72 Ayat 2 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian bahwa pemilik atau pengurus tempat penginapan wajib memberikan data mengenai orang asing yang menginap di tempat penginapannya jika diminta oleh pejabat imigrasi yang bertugas. Selanjutnya Pasal 117 UU No. 6 Tahun 2011 pemilik atau pengurus tempat penginapan yang tidak memberikan keterangan atau tidak memberikan data orang asing yang menginap dirumah atau di tempat penginapannya setelah diminta oleh Pejabat Imigrasi yang bertugas sesuai pasal 72 ayat 2, akan dipidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp. 25.000.000,00.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua Azwar Anas, SH. M.M usai sosialisasi mengatakan tujuan diadakan sosialisasi ini agar masyarakat Kabupaten Belu dapat memahami kedua aplikasi tersebut dan dapat dilaksanakan secara online. Karena dengan adanya APAPO ini masyarakat dalam pengurusan paspor dan pelaporan terhadap orang asing dapat dilakukan melalui komputer atau HP Android sehingga tidak perlu datang ke Kantor Imigrasi. Sedangkan APOA adalah kewajiban dari pihak hotel dan penginapan untuk meloporkan kepada Imigrasi melalui aplikasi dimaksud dengan demikian keberadaan dan kegiatan orang asing yang ada di Belu dapat di monitor dan diketahui secara baik dari data-data yang akurat.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Kepala Kantor Imigrasi juga menambahkan Imigrasi Atambua memberikan dua pelayanan yakni pelayanan secara manual yang berlangsung di Kantor Imigrasi dan pelayanan secara online, keduanya dilayani dengan baik selama persyaratan lengkap.

Sosialisasi Peraturan Keimigrasian tentang Penerapan APAPO dan APOA dihadiri peserta dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu, Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Belu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu serta Pengelola Hotel dan Penginapan di sekitar Kota Atambua.

Foto/Berita: Ana Pertiwy & Cransen Fontes

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *