PROGRAM KERJA DINAS PUPR TAHUN 2019

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Rabu (13/03), Radio Republik Indonesia (RRI) Atambua melakukan dialog bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Belu melalui Program Aspirasi Timor Alor (TORA) Berlangsung Di Studio Pro Satu RRI Atambua.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, dalam ruangan

Dialog bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Belu ini membahas tentang tugas dan fungsi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang di Kabupaten Belu yakni membantu Bupati Belu dalam hal pembangunan infrastruktur yang meliputi, Air, Binamarga, dan Cipta Karya, serta penataan ruang, yang artinya membangun sesuatu di Kabupaten Belu haruslah sesuai dengan aturan yang di buat oleh Pemerintah Daerah, dengan tidak meninggalkan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Belu yakni pembangunan infrastruktur berbasis ruang.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Belu Vinsensius K. Laka, ST, dalam dialognya menyampaikan bahwa “akan dibuat serta pemeliharaan infrastruktur meliputi jalan-jalan kabupaten. Pembangunan di Cipta Karya meliputi air bersih dan sumber daya air yang selama ini sudah ada di Kabupaten Belu, perbaikan jalan dalam kota meliputi pelebaran jalan dan perbaikan saluran di beberapa titik yang biasanya mengakibatkan banjir, perbaikan jalan ini akan di lakukan dari jalan Ijekasimu yakni dari cabang serikat (sekitar kelurahan Manuaman, Tini menuju ke Pasar Baru melewati toko flora tembus ke tugu PKK),” ujarnya.

Lanjutnya “untuk air bersih, tahun lalu Dinas PUPR bersama PDAM sudah menggali salah satu sumber air yang ada di jembatan Weutuh menuju ke Desa Sadi dan sudah beroperasi sejak tanggal 16 Agustus 2018. Dan di Tahun 2019 ini akan di kembangkan lagi untuk pasangan sambungan rumah dan saluran distribusi sekitar 300 sambungan rumah, selain itu Dinas PUPR juga bekerja sama dengan PDAM untuk mengembangkan kearah Sesekoe, Tulamalae dan kearah Toro, sehingga dapat memperbaiki pipa-pipa yang lama, agar air bersih tersebut bisa di manfaatkan oleh masyarakat. Ada pun beberapa tempat yang belum bisa terlayani seperti di sekitar Gereja Shalom, di karenakan pipa-pipa yang dimiliki oleh masyarakat setempat berada di badan jalan nasional, sehingga perlu adanya pengertian dan kesabaran dari masyarakat karena belum semua permintaan dapat kami layani, karena bukan merupakan kewenangan PUPR Kabupaten, selanjutnya juga akan di bangun jembatan Wekiar di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak dan Jembatan di Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk.”

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk, layar dan dalam ruangan

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Vinsensius K. Laka, ST juga menghimbau kepada masyarakat saat dialog berlangsung, agar semua bangunan yang ada di Kabupaten Belu wajib membuat IMB (Ijin Mendirikan Bangunan), karena apabila masyarakat tidak memliliki IMB maka bangunan akan di segel atau di bongkar. Dengan harapan agar masyarakat yang ingin membangun bangunan harus memiliki IMB terlebih dahulu yakni dengan cara proses permohonan ijin ke Dinas Penanaman Modal Dan Pelayananan Terpadu Satu Pintu.

Di akhir Dialog Aspirasi Timor Alor ini, Plt. Kepala Dinas PUPR juga sangat mengharapkan agar masyarakat dapat menjaga serta merawat fasilitas negara yang sudah ada, karena keindahan kota bukan merupakan tugas Pemerintah Daerah saja melainkan tugas kita bersama.

Foto/Berita: Auxilia Dora & Jhon Dasilva

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *