PERSIAPAN LAHAN PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA STASI HATI TERSUCI PERAWAN MARIA MOTABUIK

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Selasa (12/03), Umat Paroki Santo Antonius Padua Nela, Stasi Hati Tersuci Perawan Maria Motabuik melakukan kerja gotong royong persiapan lahan pembangunan gedung Gereja Stasi Hati Tersuci Perawan Maria Motabuik.

Ketua Stasi Motabuik, Hendrikus Ati mengatakan persiapan lahan untuk membangun gedung gereja ini merupakan swadaya dan partisipasi umat yang ada di stasi Hati Tersuci Perawan Maria Motabuik,

Gambar mungkin berisi: awan, langit, pohon, tanaman, rumput, luar ruangan dan alam

“Lahan yang berukuran 168 × 141 Meter ini merupakan bantuan hibah dari Yayasan Astanara kepada Umat stasi Motabuik. Untuk dana pembangunan gedung Gereja sendiri bersumber dari para donatur dan sumbangan Umat Stasi Motabuik yang terdapat di sebelas Lingkungan.”

lebih lanjut Hendrikus menjelaskan “Sementara ini dana sudah mulai terkumpul, berdasarkan kategori golongan yakni Golongan Petani, Ojek, pensiunan PNS, PNS, TNI dan POLRI, yang golongan dua per kepala keluarga di kenakan dana sebesar Rp.2.500.000,- sedangkan golongan tiga dan empat senilai Rp.3.000.000,- dan Rp.3.500.000,- sedangkan untuk material seperti batu dan pasir, dalam masa Prapaskah ini sebagai wujud nyata aksi puasa tiap kepala keluarga yang berada di tiap-tiap Lingkungan akan menyumbangkan nya dan awal bulan Juni ini akan di adakan peletakan batu pertama oleh Bapak Uskup Atambua,” tutur Hendrikus.

Lurah Fatukbot, Nikolaus Nai Leto mengatakan sebagai Pemerintah yang berada di Kelurahan Fatukboot, pihaknya sangat mendukung dengan persiapan pembangunan gedung Gereja ini,

“Kami dari Kelurahan sangat mendukung dengan persiapan ini, keterlibatan ketua RT dan RW akan diprioritaskan, oleh karena merekalah yang lebih dekat dengan masyarakat untuk kita bekerja bersama bergotong-royong dalam mempersiapkan lokasi pembangunan gedung Gereja Stasi Hati Tersuci Perawan Maria Motabuik ini,” ungkap Lurah Fatukbot.

Untuk persiapan lahan pembangunan gedung Gereja ini dikerjakan secara gotong royong oleh umat Stasi Motabuik dan para pengusaha yang ada di Kelurahan Fatukbot.

Foto/Berita: Hengki Mao & Jhon Da Silva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *