Bimbingan Teknis (Bimtek ) Tentang Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Wisata Sejarah dan Warisan Budaya

Facebookyoutubeinstagram

Selasa (29/01), Kementrian Pariwisata Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan Wisata Sejarah dan Warisan Budaya Republik Indonesia mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek ) tentang peningkatan kapasitas pengelolaan wisata sejarah dan warisan budaya bagi masyarakat Kabupaten Belu, Kabupaten TTU dan Kabupaten Malaka, bertempat di Ballroom Hotel Matahari Atambua. Kegiatan ini di buka oleh Kadis Pariwisata Kabupaten Belu, Remigius Asa, SH.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Anna Sunarti S.Sos, Kepala Bidang Pengembangan Wisata Sejarah dan Warisan Budaya pada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengatakan Kabupaten Belu merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste. Dari segi pariwisata Wilayah Kabupaten Belu merupakan salah satu pintu keluar masuknya wisatawan ke Indonesia. Karena itu melalui bimbingan teknis ini kita menggali kembali potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Belu berkaitan dengan sejarah dan tradisi.

Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang duduk, tabel dan dalam ruangan
Potensi pariwisata ini akan Dikembangkan di wilayah perbatasan yang merupakan beranda NKRI.
Dirinya juga menyampaikan bahwa akan ada pengembangan wisata buatan di desa yang pernah didatangi oleh Presiden Jokowi. Karena ini merupakan salah satu nawacita dari Presiden Jokowi. Dirinya menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Belu untuk sadar akan daerah pariwisata karena akan menambah perkembangan, perekonomian bagi masyarakat yang bada di wilayah perbatasan ini. Dirinya juga menyampaikan Kementerian Pariwisata akan memantau proses pengembangan Pariwisata diwilayah Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 13 orang, orang tersenyum, orang berdiri

Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Belu , Remigius Asa, SH mengatakan kegiatan bimbingan teknis wisata sejaran dan warisan budaya ini akan berlangsung selama 2 kali pada bulan Januari tahun 2019 dan pada bulan Maret tahun 2019 dengan fokus pengembangan wisata budaya warisan yang terbagi dalam tiga kategori yakni, Wisata Alam, Wisata Buatan dan Wisata Bahari.
Pada bulan Maret tahun ini akan dilaksanakan pertemuan dan berdiskusi dengan pemangku kepentingan yang berhubungan dengan budaya sejarah.

Kepala Dinas Pariwisata berharap agar para peserta yang mengikuti bimbingan teknik ini dapat memahami apa yang sudah disampaikan oleh para narasumber terkait dengan pengembangan wisata budaya yang ada di Kabupaten Belu, Kabupaten TTU dan Kabupaten Malaka. Dirinya berharap para peserta yang mengikuti kegiatan ini memahami dengan baik apa yang sudah disampaikan oleh para narasumber terkait dengan pengembangan wisata budaya yang ada di Kabupaten Belu.

📷/Berita: Hengky Mao & Frans Leki

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *