Peserta Bimtek Harus Memahami Pola Perencanaan dan Penganggaran Yang Responsif Gender

Atambua, Citra Anak Belu.

Pemerintah Daerah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian Dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Belu bekerja sama dengan LSM Fitrah dan  LSM Bakti menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Pelatihan dan Penganggaran Yang Responsif Gender.  Kegiatan Bimtek tersebut di buka secara resmi oleh Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan di Gedung Wanita Betelalenok. Rabu, (14/6/2017).  Peserta Bimtek berasal  dari 33 Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Belu.

“Berbicara mengenai gender bukan hanya berbicara mengenai peran perempuan saja, tetapi berbicara tentang peran, kesempatan dan pola sistem yang diterapkan dalam berbagai bidang dan sektor kehidupan. Masih banyak terjadi ketimpangan dan permasalahan dalam bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, budaya, politik, hukum dan keamanan,” jelas Wabup Ose Luan dalam sambutannya.

Untuk menjembatani berbagai perbedaan dan jurang yang ada maka diharapkan peran serta yang aktif dari pemerintah dalam berbagai sektor yang nama salah satunya yakni melalui pola perencanaan anggaran yang berbasis gender.

“Kita mengharapkan agar para peserta bimbingan teknis dapat mengetahui dan menyusun pola anggaran yang berbasis gender sehingga ke depannya dapat meminimalisir dan mengatasi kesenjangan dalam sektor pendidikan, ekonomi, budaya, politik, hukum dan keamanan,” imbuh Wabup.

Kegiatan Bimtek tersebut berhasil merumuskan beberapa rekomendasi untuk dilaksanakan yakni : Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menjadi tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) SKPD/Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan nomenklatur program sebagai berikut : Program Keserasian Peningkatan Kualitas Hidup Anak dan Perempuan; Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak; Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan; dan Program Peningkatan Peran serta Kesetaraan Gender dalam Pembangunan.

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka peran Badan Pemberdayaan Perempuan di daerah adalah : Menyelenggarakan program dan kegiatan urusan pemberdayaan perempuan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan peran perempuan dan meningkatkan pemenuhan hak-hak perempuan atas perlindungan dari tindak kekerasan dan Memfasilitasi SKPD lainnya untuk mengimplementasikan strategi Pengarusutamaan Gender  dalam program dan kegiatan masing-masing SKPD.

Kegiatan Bimbingan Teknis yang berlangsung selama 2 (dua) hari, menghadirkan  nara sumber dari Bapenas, LSM Fitrah Bidang Perencanaan Anggaran yang di wakili oleh Misbah Hasan dan Bidang Pengarusutamaan Gender oleh Husmirah Husain, MH. (CIABEL/NV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *