Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Hadir Di Belu

Atambua, Citra Anak Belu

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) adalah adalah konsep ruang publik berupa ruang terbuka hijau atau taman yang dilengkapi dengan berbagai permainan menarik. RPTRA di bangun ditengah pemukiman warga, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh warga sekitar. Secara eksplisit melalui UUD 1945 pasal 28B, negara telah menjamin hak anak untuk tumbuh, berkembang dan berpartisipasi optimal serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Jaminan negara juga ditegaskan dalam komitmennya meratifikasi Convention on Child Rights Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 terkait dengan perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Salah satu implementasi dari jaminan pada perlindungan anak adalah aturan dan kebijakan untuk mewujudkan kota layak anak. Salah satu point dari kota layak anak adalah adanya ruang publik terpadu anak,” ungkap Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Belu, Carmel Betang, S.IP kepada CIABEL, Sabtu (29/4/2017).

Carmel menambahkan, saat ini Pemerintah telah mencanangkan RPTRA di lokasi Segi Tiga Emas Simpang Lima Atambua, yakni Tugu Simpang Lima, Tugu Meriam dan Pertigaan Telkom.

“Sejak hadirnya Kementrian Perlindungan Anak dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 maka diwajibkan kepada setiap Kabupaten untuk membangun RPTRA sebagai perwujudan  Kabupaten layak Anak,” sebut Carmel Betang.

Dijelaskan pula, keberadaan RPTRA selain memberikan ruang bermain yang aman dan nyaman bagi anak, juga berpotensi  memperbaiki hubungan antar individu di sekitar lokasi RPTRA. Setiap orang bisa saling berkomunikasi dan menggunakan fasilitas sesuai dengan manfaat dan kebutuhannya.

“RPTRA ini sendri hampir serupa dengan CFD (Car Free Day), yakni menjadi tempat bermain, berolahraga, senam, jogging dan yang terpenting tempat berinteraksi bagi setiap orang. Namun yang berbeda pada RPTRA adalah lebih dikhususkan pada anak usia 1th -18 th dengan bebas kendaraan, bebas rokok dan bebas sampah. Di RPTRA juga ada  “Break Aktifitas” dengan memberikan Sosialisasi  tentang Perlindungan Anak, baik kekerasan terhadap anak, dan hal penting lainnya bagi warga yang berada di RPTRA,” terangnya.

Sementara itu Jovan dan Daniel yang ditemui saat bermain sepeda di RPTRA mengatakan bahwa mereka sangat senang dengan kehadiran RPTRA. Selain ramai, ada tempat yang  luas dan bagus bagi  mereka untuk  bersepeda dengan  aman, tanpa takut dengan lalu lalang kendaraan bermoto. RPTRA Belu akan menjadi kegiatan rutin setiap minggu pada hari Sabtu, dari jam 15.00 Wita s/d 18.00 Wita (jam 3-6 sore).  Hari pertama di mulainya RPTRA Day ini terlihat baru dimanfaatkan oleh anak-anak yang bersepeda dan  bersepatu roda yang melintasi jalan raya seputaran Lapangan Umum Atambua. (CIABEL/AN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *