Meneropong Dari Dekat SDK Nanaeklot

Silawan, Citra Anak Belu

Isu perbatasan merupakan hal yang sangat menguntungkan bagi masyarakat yang berdomisili diwilayah perbatasan, hal ini karena perhatian Pemerintah Pusat hingga ke Daerah yang sangat Fokus untuk membangun Wilayah Perbatasan sehingga tidak menjadi wilayah tertinggal disbanding wilayah lain dan juga Negara tetangga, terlebih dibidang pendidikan. Salah satunya sekolah yang menjadi fokus perhatian pemerintah adalah,  Sekolah Dasar Katolik (SDK) Nanaeklot yang terletak di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur. Sekolah Dasar ini menjadi Sekolah Contoh di Kabupaten Belu.

Sekilas dari luar, gerbang Sekolah ini Nampak seperti sekolah dasar pada umumnya. Namun ketika melangkah masuk ke dalam gerbang Sekolah ini suasana sedikit berbeda, halaman yang bersih, sebuah pohon yang rindang, sebuah kolam kecil dengan air yang jernih dan yang lebih menarik beberapa petak kebun kecil dengan tumbuhan yang baru bertunas dengan pucuk-pucuk hijau muda menghiasi lingkungan sekolah ini.

Miguel Dos Reis, salah satu guru bantu yang ditemui CIABEL saat bertandang ke sekolah tersebut menyampaikan bahwa, sekolahnya menjadi sekolah contoh, selain karena penerapan kedisiplinan, kerapihan, juga karena penggunaan 2 Kurikulum dalam Metode Belajar yakni kurikulum 2013 untuksiswa-siswikelas 1 (satu) sampai Kelas 4, dan Kurikulum KTSP untuk siswakelas 5 (lima) sampai 6 (enam). Dalam kegiatan belajar dikelas, setiap guru tidak hanya mengajarkan teori namun juga banyak melaksanakan praktek sehingga siswi lebih mudah memahami dan menangkap penyampaian setiap mata pelajaran.

Miguel juga menerangkan bahwa semua yang kami lihat dalam lingkungan sekolah ini adalah hasil karya dari murid-murid di SD tersebut.  Terutama kebun kecil dalam sekolah, merupakan hasil kerja dari semua siswa. Kebun ini disiram setiap pagi dan sore hari oleh anak-anak sekolah, dengan tiap anak membawa 1 (satu) jergen air. Setiap hasil panen dari kebun ini selalu dinikmati oleh semua yang berada disekolah ini. “Sayangnya disekolah ini mereka kesulitan mendapatkan air, disaat musim penghujan tidak menjadi persoalan, namun saat musim kemarau tiba, air menjadi hal yang langka” tuturnya. Untuk itu siswa diminta untuk selalu membawa air dari rumah untuk tetap merawat kebun mereka. Jika air tidak susah, Kebun ini pastinya bisa dapat lebih berkembang.

Setelah bercakap-cakap, tim kami dipersilahkan mengelilingi setiap kelas di sekolah itu. Sekali lagi kami dibuat heran sekaligus kagum oleh sekolah ini. Pada tembok tepat pintu masuk, terpampang gambar-gambar jam dinding dari kertas yang berjumlah sesuai dengan jumlah siswa dalam kelas, dengan masing-masing jam diberi nama setiap siswa pemilik jam tersebut. Jam ini digunakan setiap masuk dan pulang sekolah (jam tersebut mereka mengatur saat jam masuk dan jam pulang). Selanjutnya kursi para siswa pun di atur cukup berbeda dengan sekolah kebanyakan. Kursi para siswa di SD ini tidak seluruhnya di atur menghadap pada papan tulis, tapi sebagian juga mengitari kursi-kursi lainnya. Pengaturan kursi ini dibuat agar dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KMB) siswa/siswi juga saling berinteraksi, (tentunya tentang pelajaran). Selain itu juga dalam kelas-kelas tersebut,  juga Nampak banyak prakarya hasil buah tangan para murid yang terbuat dari lukisan-lukisan, origami, juga ketrampilan lain seperti bunga dari plastic dan masih banyak lainnya.

Dalam rutinitas pelayanannya, SDK Nanaeklot juga mendapat bantuan dari LSM Save The Children sejak tahun 2005, bantuan tersebut berupa tempat sampah, peralatan cuci tangan dan masih banyak lagi, bantuan-bantuan tersebut masih ada dan terawat hingga saat ini. SDK Nanaeklot mempunyai 2 tenaga Tata Usaha dan 14 (empat belas) Guru termasuk Kepala Sekolah. 7 (tujuh) diantaranya adalah PNS. Karena SD Naneklot ini merupakan sekolah contoh di Kabupaten Belu maka banyak Sekolah Dasar dari Kota Atambua yang melakukan Studi banding ke SD ini, dan bukan itu saja bahkan salah satu SD dari Timor Leste yakni SD Aimutin juga sudah beberapa kali mengunjungi dan meminta untuk melakukan Studi Banding di Sekolah ini. Selain itu, SDK Nanaeklot juga memiliki kelompok tarian yang sering tampil, baik dalam acara-acara atau kegiatan di sekolah maupun kegiatan-kegiatan di tingkat Desa Silawan. (CIABEL/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *