KEBIJAKAN “ GONG BELAJAR “DI KABUPATEN BELU

Ir. Beny. Ulu Meak, M.Si

Kebijakan “Gong Belajar” dalam  RPJMD Kabupaten Belu Tahun 2016-2021  sebagai sebuah gerakan  moral yaitu sebuah tindakan yang berkaitan dengan ide/gagasan untuk membangun kesadaran bersama masyarakat akan pentingnya upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan  yang berdaya saing di  Kabupaten Belu dengan pandangan bahwa pengelolaan pendidikan merupakan tanggungjawab bersama pemerintah, sekolah, orang tua dan masyarakat.  Kebijakan ini  difokuskan kepada upaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas lulusan dengan mengembangkan model Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) di sekolah serta menerapkan prinsip-prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).

Sesuai dengan arah kebijakan Pendidikan Nasional khusus untuk peningkatan profesionalisme, kualitas pengelolaan dan penempatan guru  melalui revitalisasi  Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Kepala Sekolah  (KKKS). Sedangkan distribusi dan pemerataan guru  dilakukan melalui pemerataan guru antar sekolah dan antar wilayah, peningkatan guru baru yang terkendali sesuai formasi, pengendalian dan pengangkatan guru honor oleh sekolah. Sedangkan untuk mengatasi keterbatasan guru di daerah perbatasan, maka pemerintah daerah bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan menerima program SM3T (Program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

Fakta menunjukkan bahwa hasil ujian nasional beberapa tahun terakhir untuk tingkat pendidikan dasar belum menunjukkan prestasi yang membanggakan, apalagi dibandingkan dengan prestasi dari Kabupaten lain di Provinsi NTT. Hal ini menuntut Pemerintah Kabupaten Belu untuk membenahi persoalan ini dengan membuat terobosan melalui program gerakan “Gong Belajar” dalam prespektif perencanaan pendidikan dalam menentukan kebijaksanaan prioritas program/kegiatan  dan biaya pendidikan yang mempertimbangkan kenyataan riil yang ada dalam mengembangkan potensi sistem pendidikan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran dan anak didik yang di layani oleh sistem tersebut.

Oleh karena itu, perencanaan pendidikan  haruslah diarahkan kepada tumbuhnya suatu komitmen  masyarakat dengan mendayagunakan potensi sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien. Hal yang perlu diperhatikan dalam konteks peningkatan kualitas pendidikan yaitu sistim pengajaran terkait dengan distribusi  dan profesionalisme  guru di samping terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan maupun manajemen sekolah serta penerapan kurikulum yang belum efektif. Harapannya ke depan dengan kebijakan

“Gong Belajar”dapat memberikan kontribusi yang lebih terhadap peningkatan Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK),  penurunan Angka Putus Sekolah (APS), peningkatan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Tingkat Kelulusan Siswa sehingga dapat mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk mencapai target RPJMD Kabupaten Belu Tahun 2016-2021  dari 60,86 % pada tahun 2015 menjadi 68,01% pada tahun 2021. Hal lain yang patut menjadi catatan adalah gerakan ini perlu di sosialisasikan kepada masyarakat dengan konsep yang lebih akurat dan menetapkan Peraturan Bupati sebagai landasan yuridisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *