Bupati Belu Pimpin Upacara Hardiknas

Atambua, Citra Anak Belu.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2017 Tingkat Kabupaten Belu di lapangan Umum Simpang Lima Atambua. Selasa, (2/5/2017). Peringatan hari Pendidikan Nasional ke-71 tahun ini, dihadiri unsur Forkopimda Belu, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Belu, Wakil Bupati Belu, Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Belu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Belu, Pimpinan Organisasi Wanita, Pimpinan Partai Politik, tokoh masyarakat, tokoh adat, para veteran,  ASN, para guru, pengawas, pelajar/mahasiswa, unsur TNI-Polri dan Satpol PP.

Ketika membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI), Muhadjir Effendy, Bupati Belu, Willybrodus Lay menyampaikan, Pemerintah  menyampaikan apresiasi pada semua pihak, pada semua  pelaku  pendidikan  di manapun  berada,  yang telah ambil peran aktif untuk mencerdaskan saudara sebangsa.

“Untuk para pendidik disemua jenjang pendidikan yang telah bekerja keras membangkitkan potensi peserta didik untuk menjadi manusia berkarakter mulia yang mampu meraih cita-cita dan menjadi pembelajar sepanjang hidup,” ungkap Bupati Willy mengapresiasi kekaguman Efendy kepada para pendidik di negeri ini.

Republik tercinta  ini digagas oleh anak-anak muda terdidik dan tercerahkan, ungkap Bupati Belu bahwa Pendidikan telah membukakan mata dan kesadaran mereka untuk membangun sebuah negeri Bhineka yang modern. Sebuah negara yang berakarkan adat dan budaya bangsa  nusantara,  beralaskan semangat  gotong royong, tapi tetap mengedepankan dan menumbuhkembangkan prinsip kesejajaran dan kesatuan sebagi sebuah negara modern.

“Pendidikan telah membukakan pintu wawasan, menyalakan cahaya pengetahuan, dan menguatkan pilar ketahanan moral. Persinggungan dengan pendidikanlah yang telah memungkinkan para perintis kemerdekaan untuk memiliki gagasan besar yang melampaui zamannya. Gagasan dan perjuangan yang membuat Indonesia dijadikan sebagai rujukan oleh bangsa-bangsa di Asia dan di Afrika,” terangnya.

Mendikbud juga menekankan bahwa, Peringatan hari pendidikan nasional pada tanggal 2 Mei tidak terlepas dari sosok Kihajar Dewan Toro sebagai bapak pendidik indonesia. Ia menyebut sekolah dengan istilah ‘Taman”, yang merupakan tempat belajar yang menyenangkan.

“Sekolah menyenangkan memiliki berbagai karakter diantaranya sekolah yang melibatkan semua komponennya baik guru, orang tua, siswa dan proses belajarnya. Sekolah yang  pembelajarannya relevan dengan kehidupan,  memiliki ragam kehidupan dan tantangan, dimana individu diberikan pilihan dan tantangan sesuai dengan tingkatannya serta sekolah yang  pembelajarannya memiliki makna panjang bagi peserta didiknya. Di hari Pendidikan Nasional ini, mari kita kembalikan semangat dan konsep  Ki  Hadjar  Dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan,” ujarnya.

Lanjut Bupati, Peran Ki Hadjar Dewantara pada awal perintisan pendidikan nasional memang sangat besar baik berupa gagasan, pikiran maupun terawang masa depan.

“Oleh karena itu pemikiran dan gagasan yang dimilikinya relevan menjadi acuan bagi pembangunan pendidikan nasional kita. Saya mengajak kita, mulai hari ini kita harus mengubah perpektif  bahwa pendidikan tidak hanya urusan kedinasan dan pemerintahan, melainkan juga urusan kita dan ikhtiar memajukan pendidikan adalah juga tanggungjawab kita semua,” pungkasnya. (CIABEL/AN).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *