PAUD Mempersiapkan Generasi Bangsa Masa Depan

Atambua, Citra Anak Belu

Sebagai upaya untuk lebih meningkatkan peran Bunda PAUD Kecamatan, Kelurahan dan Desa dalam mensosialisasikan  arti penting PAUD di masyarakat serta meningkatkan pengetahuan Bunda PAUD didalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, Bunda PAUD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bunda PAUD Kabupaten Belu menyelenggarakan Lokakarya Bunda PAUD Kecamatan, Kelurahan dan Desa Se-Kabupaten Belu di Hotel King Star Atambua. Senin, (27/2/2017) yang dibuka secara resmi oleh Bupati Belu.

Lokakarya tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, Viviawati Lay Ng, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu,  Marsianus Loe,SH, serta diikuti Bunda PAUD Kecamatan, Kelurahan dan Desa se-Kabupaten Belu.

Dalam kesempatan itu, Bupati Belu Willybrodus Lay mengatakan, upaya pengembangan pendidikan anak usia dini menjadi bagian yang tidak terpisahkan  dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena anak yang mendapatkan layanan pendidikan  yang baik diusia dini, lebih memiliki harapan yang besar untuk meraih mimpi dimasa datang.

“Para Bunda PAUD dapat bekerja dan melayani dengan hati, sehingga putra putri kita dapat menjadi penerus bangsa yang memiliki intelektual dan budi pekerti yang baik pula. Bunda PAUD juga dapat mengajarkan kepada anak usia dini untuk gemar menabung sejak masih kecil,sehingga itu akan terbawa hingga mereka dewasa nanti. Dengan gemar menabung, dapat membantu kita dalam mengatasi setiap  persoalan keuangan dalam hidup,“ imbuhnya.

Ny. Lusia Adinda Leburaya selaku Bunda PAUD Provinsi NTT menjelaskan bahwa  Jenjang Pendidikan PAUD merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Hal ini dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, dan informal.

“PAUD menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah Pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), Kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual),Sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini,” jelas Adinda Leburaya.

Lanjut Adinda, Bunda PAUD mengemban tugas yang sangat mulia,karena mereka mempersiapkan generasi bangsa di masa depan khususnya mempersiapkan generasi 2045.

“Bunda Paud sangat berperan sebagai figur  dan tokoh sentral  dalam Gerakan Nasional PAUD Desa, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Kota, Provinsi, dan Nasional, dengan memberikan sumbangan pemikiran,sosialisasi dan  pergerakan pelaksanaan PAUD di tingkatan wilayahnya masing-masing,” terang Adinda Leburaya.

Selain itu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT ini mengharapkan kepada setiap tingkatan  Bunda PAUD agar mengetahui jumlah populasi anak usia dini diwilayah masing-masing, jumlah lembaga, data pendidik dan tenaga kependidikan, datasarana prasarana,besaran alokasi dana diAPBD untuk program PAUD,dan mengetahui program-program di Direktorat Pembinaan PAUD Kemdikbud.

Pada kesempatan yang sama, Ny Viviawati Lay Ng selaku Bunda PAUD Kabupaten Belu menjelaskan bahwa,  Bunda PAUD terintegrasi dalam peran para istri pimpinan wilayah baik tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan dan tingkat Desa.

“Sebagai seorang isteri pemimpin wilayah kita berperan Sebagai figur tokoh dan  sentral Gerakan Nasional PAUD dengan memberikan sumbangan pemikiran, sosialiasi dan pergerakannya. Apa saja yang bisa kita lakukan demi kemajuan PAUD. Tentunya sangat dibutuhkan peran aktif ibu-ibu TP PKK Kecamatan, Desa dan Kelurahan dalam mendukung penguatan kegiatan PKK khususnya PAUD,” jelasnya

Dijelaskan pula, salah satu peran Bunda PAUD adalah memonitoring sasaran penggunaan anggaran dana desa untuk kepentingan PAUD, sehingga sejalan dengan program yang ada.

“Sekarang yang digencarkan adalah asupan gizi berkualitas tinggi yaitu pemberian makanan tambahan berupa susu, sedang diupayakan dalam pembahasan anggaran di desa. Dengan asupan susu yang teratur, anak-anak dapat tumbuh sehatdan berkembang secara optimal,” katanya.

Tim Penggerak  PKK, ungkap Ny Viviawati Lay Ng bahwa  selalu bergandengan tangan dengan para pemangku kepentingan untuk memajukan pendidikan anak usia dini,  dengan harapan mereka akan tumbuh menjadi generasi emas dan menjadi pribadi yang baik serta mempunyai SDM yang handal di masa mendatang.

“Melalui kelompok dasa wisma kita bersama-sama memberikan motivasi dan penguatan agar apa yang menjadi tujuan bersama kita menjadi kenyataan,”ungkapnya serius.

Pentingnya pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), diamini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Marsianus Loe,SH bahwa, dengan memaksimalkan pencapaian pada usia emas (Golden Age),setiap lembaga PAUD diharapkan dapat menumbuh kembangkan multiple intelligence (ragam kecerdasan), sehingga mereka memiliki kesiapan yang optimal dalam memasuki masa sekolah dan masa depan .

“Dilembaga PAUD anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi dan memiliki semangat untuk belajar,” sebut Kadis Marsi Loe. (CIABEL/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *