Dikukuhkan Sebagai “Amana’i”, Mentan Amran Siap Bantu Warga Belu

Kenebibi, Citra Anak Belu. 

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman mendapat gelar adat  “Amana’i” dari masyarakat Kabupaten Belu, yang artinya sesepuh. Saat penganugerahan  gelar adat, Mentan Amran dikenakan pakaian adat Belu oleh masyarakat setempat. “Hari ini kami dilantik dan ditunjuk menjadi Amana’i. Kalau ada Amana’i berarti ada perubahan, kalau tidak ada perubahan,gelar “Amana’i” diletakkan kembali,” ujar Mentan Amran disambut gembira tepukan tangan tamu undangan yang hadir di acara panen raya 100 hektar jagung dan 25 hektar kacang tanah di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Selasa (14/3/2017).

Alumnus Program Doktor Ilmu Pertanian Unhas 2008-2012 ini berguyon, bahwa usai mendapat penganugerahan nama adat, dirinya kini telah menjadi warga NTT khususnya di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka. “Sekarang itu kami warganya pak gubernur, Kalau daerahinitidak maju, Pak Bupatinya malu karena Menterinya dari NTT,” ungkap Andi Amran disambut tawa undangan.

Dia menambah, Ketua adatnya cerdas dan  Menterinya pantang menyerah, kalau berbicara soal pembangunan, ungkap pengusaha muda yang mengaku dirinya berasal dari desa, yang saban hari selalu merindukan kemajuan pembangunan.“Kami ingin galakkan gerakan tanam jagung yang merubah kehidupan Belu dan Malaka. Ini bukan lagi permintaan tetapi instruksi dari Amana’i baru. Ngak boleh ada sejengkal tanah tidur, bangunkan lahan yang ada disini untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas  Andi Amran.

Praktisi Bidang Pertanian ini juga bersama rombongan, Anggota DPD RI, Ibrahim Agustinus Medah, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Bupati Belu, Willybrodus Lay, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran juga turut menyaksikan secara langsung proses penyuntikan semen dalam Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB).(CIABEL/tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *