Bupati Willy : Terima Kasih Pak Menteri

Kenebibi, Citra Anak Belu, 

Bupati Belu, Willybrodus Lay menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman. Meski terus diguyur hujan selama sepekan ini, Mentan RI tetap berkunjung ke Belu, untuk ikut memanen jagung dan kacang tanah di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Selasa, (14/3/2017).

“Saya atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu mengucapkan banyak limpah terima kasih kepada Pak Menteri. Dalam kesibukannya, beliau masih sempat datang liat kita di tepian negeri,” ungkap Bupati Belu.

Sebelum kedatangan Mentan, masyarakatBelu telah dikabari terlebih dahulu. Animo yang tinggi dari masyarakat Belu untuk bertatap muka langsung dengan Mentan RI akhirnya terwujud. “Begitu saya sampaikan, masyarakat antusias menanti. Masyarakatpun berinisiatif untuk menobatkanPak Menteri menjadi Amana’i, Menurut mereka, jabatan adat itu layak bagiPak Menteri yang belum pernah mengunjungi ke wilayah perbatasan ini,” ujar Bupati Willy.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Belu menyampaikan pujian dan kekagumannya kepada Mentan Amran yang telah datang memanen jagung dan kacang tanah bersama warga di Belu. “Ini luar biasa, Pak Menteri datang untuk melihat hasil dari jagung dan kacang tanah disini. Saya laporkan bahwa jagung yang ditanam di Kabupaten Belu kurang lebih 10 ribu hektar dalam bentuk spot. Kebetulan di Kenebibi ini, hamparannya kurang lebih 100 hektar, sementara kacang tanah 25 hektar yang dipanen hari ini, juga berada di tempat lain dalam bentuk spot tidak menyatu,”ujar Bupati Belu.

Untuk memperoleh hasil produksi jagung dan kacang, Bupati Belu  mengakui upaya kerja keras masyarakat  dengan bimbingan tenaga penyuluh dan Mentri Tani Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Belu.

“Ini semua program Pak Gubernur yang telah mencanangkan NTT sebagai Provinsi Jagung. Kami mewujudkannya dengan kerja keras. Dalam aspek pelayanan, penyuluh  dan Mentri Tani selalu berada bersama masyarakat. Mereka terus mengawasi benih yang sudah ditanamdan hasilnya hari ini kita liat. Mereka luar biasa berkontribusi meningkatkan hasil produksi. Tahun lalu disini kami tidak panen, akibat dampak badai el nino. Tetapi tahun ini patut kita syukuri kebesaran Tuhan,”tandasnya.

Menyinggung kondisi ternak di Belu, Bupati Willy Lay menguraikan bahwa jumlah ternak sapi di Kabupaten Belu kurang lebih 46 ribu ekor, dengan luas padang penggembalaan sebesar 40 ribu hektar yang belum dikelola secara optimal. Walaupun dalam jumlah sedikit, Pemerintah juga mengantarpulaukan ternak sapi ke luar daerah. “Saat ini ada Upaya Khusus (Upsus) Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab), karena Inbreeding, kualitas dari mutu ternak disini sedikit menurun. Kami minta perhatian Pak Menteri untuk membantu perbaikan mutu genetik ternak sapi disini,” pinta Bupati Willy.

Bupati Willy dihadapan Mentan Andi Amran juga menyinggung rencana Pemerintah Kabupaten Belu memanfaatkan keberadaan hutan bakau sebagai tempat budidaya kepiting bakau. “Tahun ini juga kita rencanakan untuk budidaya kepiting bakau, tanpa kita harus merusak ekosistim hutan bakau yang ada. Saya mohon dukungan Pak Menteri, kalau bisa tahun depan kami sudah bisa memperoleh bibit. Kami juga minta  bibit jagung diperbanyak, sehingga kami tidak menggunakan APBD untuk pengadaan benih jagung, tetapi kami gunakan untuk mengembangkan lahan-lahan yang sudah ada,” pungkas Bupati Belu. (CIABEL/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *