VERIVIKASI LOKASI BTS DI DESA FOHOEKA KEC. NANAET DUA BESI FOHOEKA

Dinas Kominfo Kab. Belu – Jumat, 2 Juni 2017. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) akan membangun 4 (empat) BTS di daerah perbatasan Kabupaten Belu –RDTL pada tahun  2017 ini.
“Sesuai dengan Rencana BP3TI akan segera membangun 4 buah Base Trasceiver Station (BTS) di wilayah Kabupaten Belu. Hal ini terungkap dalam perbincangan dengan tim teknis Sofik dan Budi dari PT. SEI Indonesia selaku pelaksana proyek tersebut.  Menurut  Sofik, bahwa kehadiran tim teknis di Atambua, dengan maksud untuk berkoordinasi rencana ke lokasi, serta proses penyelesaian IMB dengan dinas terkait, karena pihak penyedia tower akan segera mengirimkan material BTS yang sedang dalam pengepakan di Jakarta, ungkapnya.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu, Drs. Kornelis Besin dalam kesempatan tersebut mengungkapkan pembangunan BTS di daerah perbatasan merupakan salah satu upaya pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mendukung bagi ketersediaan infrastruktur layanan akses telekomunikasi yang dapat dinikmati masyarakat, karena ini kebutuhan, ungkap Kornelis menanggapi.


Kornelis juga berharap agar  dengan kehadiran tim PT SEI Indonesia di wilayah Kabupaten Belu terkait verivikasi pemantapan  lokasi bagi rencana pembangunan BTS tersebut,  daerah atau kawasan yang mengalami blankspot sinyal telekomunikasi secara berangsur-angsur dipastikan kawasan blankspot yang menjadi tanggungjawabnya secara teknis akan teratasi, ungkapnya.

 


Menurut Sofik selaku penanggung jawab pelaksana yang di dampingi Budi selaku penggung jawab pembangunan BTS menjelaskan,“BTS yang akan dibangun adalah jenis Pole dengan ketinggian 32 meter dan berstandar SNI, paparnya. Dalam pertemuan tersebut. Sofik juga sangat mengharapkan adanya dukungan pemerintah kabupaten Belu maupun partisipasi masyarakat di lokasi yang direncanakan akan dibangun  agar semuanya terproses dengan baik dan lancar sesuai jadwal yang direncanakan, imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, menurut Mantan Kadis KB dan PP Kabupaten Belu,  bahwa dukungan Pemerintah Daerah berupa dokumen usulan serta penyiapan lokasi maupun fasilitasi proses pengurusan berita Acara Pinjam Pakai Lahan masyarakat yang diserahkan kepada kepala Desa setempat yang diketahui Camat, termasuk dukungan pendampingan tim lapangan terkait dengan vervikasi. Sedangkan dokumen berita acara tersebut sudah ditandatangani Bapak Bupati Belu Wilybrodus Lay, SH dan  sudah kami kirimkan kepada pihak BP3TI Kementerian Kominfo RI di Jakarta, pungkasnya.


Lokasi yang telah ditetapkan berdasarkan hasil survey Tim Kemenkominfo RI melalui BP3TI berdasarkan ketidakterjangkauan signal jaringan telekomunikasi (blankspot) untuk dibangun BTS berada di Desa Fohoeka Kecamatan Nanaet Dua Besi, Desa Maneikun dan Desa Baudaok Kecamatan Lasiolat, Desa Sadi Kecamatan Tasifeto Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *